Selasa, 30 September 2014

...........................

diam..
iya !! saat ini aku hanya bisa terdiam
terdiam sampai kau mau berbicara
aku hanya bisa terduduk
terduduk menanti keberadaanmu datang menghampiri ku
meraih tangan ku, dan kau berkata sesuatu kepada ku
berkata bahwa kau takkan pergi jauh dari ku
berkata bahwa kau akan tetap bersama ku disini,
di hati ini, dan singgah selamanya
dan kau berkata bahwa kau takkan bersama yang lainnya
hanya aku, hanya aku yang kau perbolehkan masuk ke ruang-ruang hati mu
hanya aku, bersama ku, kau boleh bahagia
dia?? TAK BOLEH !!
aku tak rela bila kau membiarkannya masuk !!
aku tak rela bila kau bahagia bersamanya !!
dan aku pun tak rela jika kau mematahkan hati ini !!

kau tau?
ketika kau mematahkan hati ini, melukai hati ini
aku sulit untuk mencari obatnya
aku sulit untuk menyembuhkannya,
membuat hati ini menjadi utuh lagi
itu sangat sulit bagiku
hanya kau yang dapat membuatnya utuh

jujur aku tak pernah rela bila kau tertawa lepas bersamanya
aku selalu cemburu !!
tapi kau takkan pernah tau hal itu
iya memang, disini aku bukan siapa-siapa. 
tapi aku mohon, jaga perasaanku
jaga hati ini yang telah aku sediakan ruang untuk mu
jangan terus menerus kau lukai seperti ini
aku sangat bosan !!

andai aku memnpunyai kebebasan untuk berbicara
aku akan mengatakannya kepadamu
aku akan jujur kepada mu
dan aku akan menunjukkan rasa yang aku miliki
tapi hal itu mustahil bagiku
aku tak dapat melakukannya sebelum kau mau berbicara kepada
saat ini aku
hanya bisa menunggu mu
memperhatikanmu yang selalu bersamanya
menjaga hati ini agar tidak ada yang boleh masuk, selain kau

Senin, 29 September 2014

Apa Salah??

Haiii
Apa kabar kamu yang sudah bahagia bersama dia?
aku juga sebenernya bahagia sih
tapi bahagianya aku nggak sempurna
kamu tau kenapa?
karena bahagianya aku itu yang bisa membuatnya jadi sempurna yaitu kamu
saat ini hanya kamu, nggak ada yang lain

banyak pertanyaan yang ingin aku utarakan padamu
apa aku salah jika aku memendam perasaan kepadamu?
apa aku salah jika aku menyanyangi mu lebih dari seorang teman atau sahabat?
apa aku salah jika aku ingin kau membalas rasa sayang ku ini?
dan apa aku salah jika aku berangan-angan memilikimu seutuhnya?
pertanyaan itu hanya bisa aku simpan rapat dalam sebuah kotak
yang tak ada satu orang pun yang dapat membukanya
aku takut untuk mengutarakannnya kepada mu
aku takut kau malah mengacuhkan pertanyaanku dan tak menjawab
aku takut kau menganggapnya tak penting untuk mu

dan apa kau tau?
hati ku ini masih terus berlabuh
berlabuh mencari pintu dermaga
yang kau bukakan untuk ku singgahi di dalamnya

Kamis, 18 September 2014

Hilang

kau hadir membawa sejuta kebahagian untukku
kau hadir membawa ku pada mimpi-mimpi yang indah
kau hadir membawakan ku ide-ide, inspirasi untuk ku jadikan sebuah karya tulis
kau hadir sentuh hampaku
kau hadir hangatkan mimpi-mimpiku

kini kau pergi,
kau hilang entah kemana
kau pergi membawakan ku duka
kau pergi meninggalkan sebuah luka
kau pergi meninggalkan hati yang telah hancur
kau pergi tanpa alasan yang jelas
kau pergi tanpa berpamitan, sama seperti kau datang tanpa mengucapkan salam
kau tidak sopan !!
kau tidak bertanggung jawab !!

ketika ku telah menyimpan rasa padamu,
kau malah pergi begitu saja
ketika ku telah berharap kepadamu
kau tidak membantu ku untuk mewujudkannya
ketika ku telah menjadikan mu sebuah inspirasi ku dalam berkarya
kau menghilang
menghilang dari pikiran ku
menghilang dari hadapanku

ketika itu secercah harapanku kepadamu telah sirna
ketika itu kau membuat ku berhenti untuk menuliskan tentangmu
ketika itu aku merasa bosan,
bosan kau acuhkan
bosan  terus-menerus kau menorehkan luka
bosan untuk merasakan pedih di hati ini

dan kini,
aku merasa kehilangan sosok inspirasi ku
aku merasa  kehilangan sosok yang amat penting bagiku
aku merasa kau sudah bahagia bersamanya
bahagia bersama wanita yang kau pilih
bahagia dengan wanita pujaanmu
aku pun merasa sudah saatnya aku menutup hati ini,
menutup hati ini yang lama aku buka untuk mu
namun, kini aku tersadar bahwa kau tak pernah ada niat untuk berada di dalamnya.


Rabu, 10 September 2014

Terbiasa

Terkadang aku sudah mulai terbiasa dengan sikapmu
Namun dengan keterbiasaan itu,
Aku sampai lupa bahwa aku ini terluka
Terluka akan pernyataan yang kau berikan
Kau terus menerus menorehkan luka
Kau tak pernah memedulikannya
Kau tak pernah melihat bahwa aku ini ada
Kau tak pernah sadar bahwa hati ini,
Hati yang kau lukai adalah milikmu
Aku selalu membuka hati ini
Dan memberikan ruang untuk mu
Tapi kenyataannyalah yang membuatnya seperti ini

Pahit !!
Rasanya sangat pahit untuk menerima kenyataan yang tidak kita ingin kan
Menerima skenario yang diberikan terkadang sulit dijalankan
Apabila kita tidak menginginkannya itu ada
Dan aku sudah terbiasa dengan semuanya
Aku sangat sangat terbiasa ketika menjalankan skenario yang ada
Walaupun aku rapuh

Selasa, 09 September 2014

LUKA

Perih sekali rasanya
Bagaikan tegores oleh pisau yang sangat tajam
Sehingga menimbulkan sebuah luka
Yang amat perih untuk di sentuh

Luka yang kau buat,
Tidak lah luka biasa.
Luka ini berbeda dengan luka yang lainnya
kau yang sengaja membuat luka di hati ini
Kau hanya bisa membuat seseorang terluka
Tapi kau, tidak bisa mengobatinya
Dan kau termasuk orang yang tak bertanggung jawab
Kau tau alasannya apa?
Karena setelah kau menoreh kan luka di hati ini
Kau pergi begitu saja dengan yang lain
Kau tidak peduli sedikit pun
Pahit rasanya bila berada di posisi ini

Apakah kau pernah memikirkan bagaimana keadaan ku setelah kau melukai ku?
Apakah kau pernah mempedulikan aku?
Aku rasa tidak !!
Karena kau tidak pernah memberikan sedikit rasa peduli mu kepadaku
Dan karena ku tahu, bahwa kau kini sudah bahagia bersama yang lain

Sabtu, 06 September 2014

Nyaman

kau akan merasa nyaman
ketika kau berada dekat bersama seseorang yang kau harapkan lebih.
kau akan mnerasa nyaman
ketika seseorang itu memperlakukanmu dengan baik
kau akan merasa nyaman
ketika kau dengannya dapat becanda tawa dengan lepas
kau akan merasa nyaman
ketika kau dengannya saling melengkapi
namun, terkadang kenyamanan itu bisa menjebakmu
apabila kamu tidak menerjemahkan sebuah kenyamaan yang kau dapat
apabila kau terlalu tenggelam dengan kenyamanaan yang kau dapati, sehingga kau tak sadar bahwa kau sedang terjebak pada sebuah kenyamanan
dan jangan lah kau berharap lebih dengan adanya sebuah kenyamanan itu sebelum kau memastikannya

Rabu, 03 September 2014

213

Pernah gak lo ngerasain yang kaya gini?
Nyesek(?) Ngenjleb (?) Gitu deh
Ga enak kan? Ga nyaman kan?
Pernah gak lo ngerelain sesuatu tapi gak dari hati?
Pasti gak ikhlas kan (?) Pasti gitu deh

Pernah gak lo ngerasain lo nyaman sama seseorang(?)
Pasti rasanya gak mau lepas kan (?)
Pernah gak lo dikecewain sama orang terdekat?
Pasti sakit kan(?)

Yang namanya sakit tuh pasti.
Apalagi kalo udah putus cinta
Sakitnya tuh bukan main
Yang namanya nyesek tuh pasti
Apalagi kalo lo ngerelain sesuatu tapi itu gak dari hati
Simplenya sih gak ikhlas
Yang namanya ngenjleb tuh pasti
Apalagi kalo lo pura pura strong. Dan hati sama mulut tuh gak sinkron.

Simplenya sih gini ketika 23 berubah menjadi 213

Selasa, 02 September 2014

ketika.....

Ketika
Kau merasakan sesuatu yang ada dihatimu
Apakah kau akan memikirkannya?
Apakah kau akan menyimpannya dalam-dalam?
Hingga tak ada satu orang pun yang tahu
Apakah kau akan bersikap masa bodo dengan apa yang ada dihatimu?

Namun ketika
Kau merasakan sesuatu yang sesak pada dadamu
Apakah kau akan berfikir bahwa kau sedang merasakan sakit hati? Karena kau melihat sesuatu yang membuat sesak dalam dada
Atau bahkan kau akan befikir kalau itu bukan rasa sesak karena cemburu?
Lalu apa yang membuatmu sesak yang amat perih?
Hingga terasa seperti disayat-sayat

Ketika itu
Kau akan menganggap bahwa kau cinta bahkan sayang padanya
Ketika itu pula
Kau takkan rela melepasnya untuk orang lain.

Namun hingga pada akhirnya,
Kau akan sadar
Bahwa cinta takkan pernah bisa dipaksakan
Bahwa cinta akan ada karena terbiasa
Dan bahwa cinta harus saling memiliki