#PART 2
Sementara peserta MOS yang tidak mendapatkan hukuman hanya memperhatikan teman-temanya yang sedang dihukum oleh senior-seniornya. berbagai macam hukuman yang diberikan, sesuai dengan waktu terlambat mereka. tiga puluh menit kemudian, hukuman pun selesai. seluruh peserta MOS langsung menuju Aula untuk pemberian materi dari tiap-tiap guru yang sudah di jadwalkan oleh panitia.
Upacara pun selesai, para panitia MOS berkumpul di
lapangan diikuti oleh peserta MOS yang datang terlambat.
“okey! Selamat pagi adik-adik semua.” Ucap MC.
“pagi kak.” Sahut mereka.
“masih semangat gak nih?”
“masiiiihhh.”
“gimana perasaan kalian bisa ikut upacara di sekolah
tercinta kita ini? Seneng dong pastinya. Iya laa harus itu.”
“ok! Sebelum kita ke aula untuk pemberian materi,
kita saksikan dulu teman-teman kalian yang super duper rajin ini dengan datang
ke sekolah tidak tepat waktu. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kalian lakukan
sesuai dengan hukuman yang sudah ditentukan oleh panitia.” Sambung MC yang
lain.
"satu lagi disini nggak ada yang dibeda-bedakan atau di istimewakan. mau dia anak pejabat, anak pemilik sekolah ini sekalipun semuanya diperlakukan sama." sambung ketua osis sambil melirik ke salah satu peserta MOS yang sedang dihukum. Yap! Vera! Vera adalah anak dari pemilik SMA Harapan Bangsa.'sial! pake nyindir gue segala!' ucap Vera dalam hati.Sementara peserta MOS yang tidak mendapatkan hukuman hanya memperhatikan teman-temanya yang sedang dihukum oleh senior-seniornya. berbagai macam hukuman yang diberikan, sesuai dengan waktu terlambat mereka. tiga puluh menit kemudian, hukuman pun selesai. seluruh peserta MOS langsung menuju Aula untuk pemberian materi dari tiap-tiap guru yang sudah di jadwalkan oleh panitia.