Senin, 10 Maret 2014

Datang Setelah Penyesalan

#PART 2



Upacara pun selesai, para panitia MOS berkumpul di lapangan diikuti oleh peserta MOS yang datang terlambat.

“okey! Selamat pagi adik-adik semua.” Ucap MC.

“pagi kak.” Sahut mereka.
“masih semangat gak nih?”
“masiiiihhh.”
“gimana perasaan kalian bisa ikut upacara di sekolah tercinta kita ini? Seneng dong pastinya. Iya laa harus itu.”
“ok! Sebelum kita ke aula untuk pemberian materi, kita saksikan dulu teman-teman kalian yang super duper rajin ini dengan datang ke sekolah tidak tepat waktu. Baiklah untuk mempersingkat waktu, kalian lakukan sesuai dengan hukuman yang sudah ditentukan oleh panitia.” Sambung MC yang lain.
"satu lagi disini nggak ada yang dibeda-bedakan atau di istimewakan. mau dia anak pejabat, anak pemilik sekolah ini sekalipun semuanya diperlakukan sama." sambung ketua osis sambil melirik ke salah satu peserta MOS yang sedang dihukum. Yap! Vera! Vera adalah anak dari pemilik SMA Harapan Bangsa.'sial! pake nyindir gue segala!' ucap Vera dalam hati.
Sementara peserta MOS yang tidak mendapatkan hukuman hanya memperhatikan teman-temanya yang sedang dihukum oleh senior-seniornya. berbagai macam hukuman yang diberikan, sesuai dengan waktu terlambat mereka. tiga puluh menit kemudian, hukuman pun selesai. seluruh peserta MOS langsung menuju Aula untuk pemberian materi dari tiap-tiap guru yang sudah di jadwalkan oleh panitia.

Datang Setelah Penyesalan



#PART 1

‘KRINNGGGG!!!’ bunyi alarm yang membuat Vera terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Tangannya mulai bergerak meraba-raba meja untuk mencari jam wekkernya diatas meja. Ia terkejut saat melihat jam wekkernya menunjukkan pukul 6.30 AM, dan itu artinya Vera terlambat berangkat sekolah.
“aarrgghh! Sial kenapa jam segini baru bangun? Kenapa gak ada yang bangunin gue?!!” gerutu Vera yang mulai beranjak dari tempat tidurnya untuk menuju ke kamar mandi.
Lima belas menit Vera usai mandi dan memakai seragam sekolah dengan atribut MOS lengkap. Hari ini mungkin menjadi hari yang menyebalkan karena dihari pertama ia MOS, ia datang terlambat.
“mah, pah, Vera berangkat ya.” Ucap Vera tergesa-gesa keluar dari kamarnya.
“loh ngga sarapan dulu Ver?” tanya mamahnya.
“ngga usah mah, soalnya Vera udah telat banget nih. Yaudah ya mah, pah, Vera pergi dulu.” Jawab Vera sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
“hati-hati ya, sayang.” Sahut mamahnya.
            Sementara itu di sekolahnya SMA Harapan Bangsa, peserta MOS sudah baris sesuai dengan kelasnya masing-masing yang dibagikan saat Pra-MOS. Pagi itu, peserta MOS sedang melaksanakan apel sejak 15 menit yang lalu. Di pintu gerbang sudah ada kakak-kakak panitia yang mengawasi peserta MOS yang datang terlambat.
“mampus ada panitianya lagi, gue harus ngomong apa nih?” tanya Vera dalam hati yang sudah tiba di sekolah barunya.
“hey anak baru!” ucap salah satu seniornya. Vera pura-pura nggak tau, ia menoleh ke belakang yang kebetulan dibelakangnya tidak ada orang.
“gak usah pura-pura gak tau gitu. Kamu yang baru datang, gak usah noleh ke belakang karena, di belakang kamu nggak ada orang.”
“i..iya kak ada apa?” tanya Vera gugup.
“kamu tau kan peraturan masuk sekolah jam berapa?”
“i..iya tau kak.”
“terus kenapa masih aja terlambat?” tanya si senior lagi.
“maaf kak, tadi saya telat bangun.” Jawab Vera.
“dasar kebo! Selesai upacara apel, kamu lari keliling lapangan 10 kali di depan temen-temen kamu dan kakak-kakak senior kamu dengan menggunakan ini!” perintahnya sambil memberikan papan yang bertuliskan ‘SAYA BERJANJI TIDAK AKAN TIDUR SEPERTI KEBO LAGI’ untuk di kalungkan.
“rese banget nih senior.” Gerutu Vera.
“ngomong apa kamu barusan?” tanya si senior yang sempat mendengar gerutuannya Vera dengan samar-samar.
“eh nggak kok kak.” Jawab Vera dengan cepat. Lalu senior itu pun meninggalkan Vera dengan muka sinis.
Sementara itu di lapangan upacara, para peserta MOS serius menyimak pengarahan yang diberikan oleh Pembina upacara.